Cerita Korban
Assa Asso
Dipenjara Kala Bersuara Antirasisme
23 Desember 2022
Assa Asso harus mendekam di penjara selama 10 bulan. Padahal ia hanya membikin status di Facebook terkait tindakan rasisme di Surabaya tiga tahun lalu. Saat aktivis di Jawa dibayangi UU ITE, di Papua postingan medsos seperti ini bakal dijerat Pasal Makar.
Jefry Wenda
Aktivis PRP Ditangkapi Tanpa Bukti
30 November 2022
Jefry Wenda ditangkap setelah mengunggah percakapannya dengan salah seorang polisi di Facebook pribadinya. Ia dituduh melanggar Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang pencemar nama baik. Penangkapan ini, menurutnya, merupakan salah satu bentuk kriminalisasi terhadap aktivis yang menolak otsus dan pemekaran daerah di Papua.
Ghina Alwi
Sudah Ditipu, Tertimpa UU ITE
28 Oktober 2022
Pasangan Ghina dan Alwi ditipu miliaran Rupiah pada 2020. Kerjasama berkedok bisnis ekspor biji kopi berakhir kandas. Sementara laporan ke polisi tak kunjung mendapatkan kepastian hukum. Kesal dengan situasi yang menimpanya, Ghina mengunggah perkara tersebut ke Instagram. Alih-alih uang kembali, Ghina malah disomasi dan dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.
Muhammad Sadli Saleh
Buntut Panjang Kriminalisasi Sadli
23 September 2022
Sudah lebih dari setahun Sadli, wartawan liputanpersada.com bebas dari penjara. Namun trauma masih menggantung di benaknya. Pria yang dilaporkan Bupati Buton Tengah ini sampai kesulitan memulai kerja jurnalistik lagi, terlebih dugaan kasus korupsi.
Rusdianto Samawa
Rusdianto: Apa Untungnya Menteri Memenjarakan Saya?
20 September 2022
Aktivis nelayan, Rusdianto dilaporkan Susi Pudjiastuti lantaran mengkritik kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Facebook. Ia dijatuhi hukuman 6 bulan penjara setelah berjibaku sampai kasasi ke Mahkamah Agung. Hingga proses itu berakhir, ada satu pertanyaan yang mengganjal sampai saat ini, "apa untungnya Bu Susi memenjarakan saya? dan apa pula untungnya buat saya?"
Fatia Maulidiyanti
Yang Tertinggal Setelah Status Tersangka
12 September 2022
Kasus yang menimpa Fatia masih menggantung sejak penetapan tersangka Maret lalu. Ia dianggap Menteri Luhut Binsar Pandjaitan mencemarkan nama ketika menyampaikan hasil riset sejumlah organisasi masyarakat sipil terkait pengerahan militer ke Papua.
Anwari Yusuf
Tanda Tanya Setelah Putusan Bersalah
30 Agustus 2022
Anwari tidak pernah menyangka pesan Whatsapp yang ia kirim secara personal dapat membuatnya berhadapan dengan masalah hukum. Pada Juli lalu, ia dihukum bersalah 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta. Ia berharap putusan banding nanti dapat membebaskannya dari kasus pencemaran nama.
Vivi Nathalia
Sampai Dua Kali Menjadi Korban
18 Agustus 2022
Vivi Nathalia, seorang guru piano dan MC didakwa melanggar pasal pencemaran nama baik karena menagih utang kepada kakak iparnya di media sosial. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memutus Vivi bersalah, sehingga harus menjalani dua tahun hukuman percobaan. Kini, Vivi bisa bernafas lebih lega karena hukuman percobaan sudah tuntas sejak Februari 2022 lalu.
Ayu Annisa
Di Ujung Laporan Ada Dugaan Pemerasan
16 Agustus 2022
Ayu tak menyangka komentarnya di Facebook bisa membuatnya terancam dipenjara. Ayu dianggap mencemarkan nama baik salah seorang teman di salah satu komunitas yang kerap ia ikuti. Akibatnya, ia berurusan dengan polisi sejak November 2019. Perkaranya berhenti setelah pelapor sepakat untuk menerima uang ganti rugi sebesar Rp 30 juta.
Siti Rubaidah
Berkasus ITE Setelah KDRT
15 Juli 2022
Siti Rubaidah dipisahkan dari kedua anak dan dilaporkan ke polisi oleh suaminya yang saat itu menjabat wakil wali kota Magelang. Ia dituduh melakukan pencemaran nama lantaran membikin petisi kepada Gamawan Fauzi—saat itu Menteri Dalam Negeri, perihal KDRT dan pernikahan siri.
Bagikan ceritamu!

Kamu memiliki kisah yang serupa? Ayo bagikan sekarang!

Adukan kasusmu!

Kamu sedang menghadapi kasus serupa? Ayo adukan sekarang!